Gunung Kidul, 10 Oktober 2026 —
Program Studi Desain Interior, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Tarumanagara (Untar), berkolaborasi dengan Narapuspitan Library, menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pemberdayaan Lansia melalui Pelatihan Shibori sebagai Aktivitas Kreatif dan Produktif untuk Mendukung Active Aging”. Kegiatan yang diusulkan oleh Noeratri Andanwerti, S.Sn., M.Sn., dosen Program Studi Desain Interior Untar, ini dilaksanakan di Balai Padukuhan Karangrejek, Gunung Kidul, pada 10 Oktober 2026, dengan melibatkan para lansia yang tinggal di sekitar Narapuspitan Library.
Kegiatan ini bertujuan mendorong para lansia untuk tetap aktif, kreatif, dan produktif melalui aktivitas seni dan keterampilan. Pelatihan shibori dipilih sebagai pendekatan kreatif yang memperkenalkan teknik pewarnaan kain melalui proses melipat, mengikat, dan mencelup kain untuk menghasilkan motif yang unik dan beragam.
Melalui workshop ini, para peserta memperoleh kesempatan untuk mengeksplorasi warna, pola, dan teknik pewarnaan kain sesuai kreativitas masing-masing. Proses berkarya tidak hanya menjadi sarana untuk mengembangkan keterampilan, tetapi juga membuka ruang bagi para lansia untuk berekspresi, berinteraksi, dan membangun kebersamaan. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat membantu menciptakan pengalaman positif yang mendukung kesejahteraan dan kualitas hidup lansia.
Kegiatan PKM ini sejalan dengan beberapa tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. Salah satunya adalah SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui upaya mendukung kesejahteraan lansia dengan menyediakan aktivitas kreatif yang mendorong partisipasi sosial, stimulasi kreativitas, dan pemanfaatan waktu secara positif.
Kegiatan ini juga berkaitan dengan SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, dengan membuka kesempatan bagi kelompok lansia untuk terlibat dalam kegiatan pembelajaran dan pengembangan keterampilan tanpa memandang usia. Pendekatan ini menegaskan pentingnya menciptakan ruang partisipasi yang inklusif agar lansia tetap menjadi bagian aktif dari kehidupan masyarakat.
Selain itu, pelatihan shibori mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya melalui pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning) yang memberikan kesempatan bagi individu untuk terus memperoleh pengetahuan dan keterampilan pada berbagai tahap kehidupan. Sementara itu, potensi pengembangan keterampilan menjadi produk bernilai tambah juga berkaitan dengan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, terutama dalam mendorong kreativitas, produktivitas, dan peluang kegiatan ekonomi berbasis keterampilan.
Dari sisi sosial, kegiatan ini menghadirkan ruang interaksi dan kebersamaan bagi para lansia melalui aktivitas yang dilakukan secara kolektif. Workshop menjadi kesempatan untuk memperluas interaksi sosial, membangun rasa percaya diri, dan mendorong partisipasi lansia dalam kehidupan komunitas. Pendekatan active aging yang diusung juga menempatkan lansia bukan sekadar sebagai penerima manfaat, melainkan sebagai individu yang tetap memiliki potensi untuk berkarya dan berkontribusi di lingkungannya.
Dari sisi budaya, pelatihan shibori memperkenalkan teknik pewarnaan tekstil yang dapat menjadi pintu masuk untuk mengenal lebih jauh kekayaan seni dan kriya tekstil. Aktivitas ini juga membuka peluang pertukaran pengetahuan dan pengalaman antargenerasi, terutama apabila keterampilan yang diperoleh dikembangkan bersama eksplorasi motif, warna, dan inspirasi lokal Gunung Kidul. Dengan demikian, kegiatan kreatif dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan apresiasi terhadap kriya tekstil sekaligus menghubungkan praktik desain dengan kehidupan masyarakat.


Sementara itu, dari sisi ekonomi, keterampilan shibori memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk kreatif, seperti kain dekoratif, aksesori, maupun elemen interior. Apabila dikembangkan lebih lanjut melalui pendampingan desain, peningkatan kualitas produk, pengemasan, dan akses pemasaran, keterampilan ini berpotensi membuka peluang usaha produktif bagi lansia dan komunitas setempat. Potensi tersebut dapat menjadi langkah awal menuju pengembangan ekonomi kreatif berbasis komunitas, meskipun manfaat ekonomi yang nyata memerlukan proses lanjutan dan tidak terbentuk hanya melalui satu kali pelatihan.
Kolaborasi antara Desain Interior Untar dan Narapuspitan Library menjadi wujud kontribusi perguruan tinggi dalam mengembangkan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan keilmuan desain. Dalam konteks ini, desain tidak hanya dipahami sebagai proses menghasilkan karya atau produk, tetapi juga sebagai pendekatan yang dapat menciptakan pengalaman bermakna, memperkuat interaksi sosial, dan membuka peluang pengembangan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui kegiatan PKM ini, Interior Untar berharap aktivitas kreatif seperti pelatihan shibori dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan program pemberdayaan lansia yang berkelanjutan. Kegiatan ini sekaligus menegaskan peran pendidikan desain dalam menghadirkan solusi yang berorientasi pada manusia, inklusif, dan berdampak bagi masyarakat.
Ke depan, kolaborasi antara institusi pendidikan dan komunitas diharapkan dapat terus dikembangkan melalui program pendampingan, eksplorasi potensi lokal, serta pengembangan produk kreatif berbasis keterampilan masyarakat. Dengan demikian, pemberdayaan lansia tidak hanya berfokus pada aktivitas produktif, tetapi juga pada terciptanya lingkungan sosial yang mendukung lansia untuk tetap aktif, mandiri, dihargai, dan memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.



