Pameran Internasional RUPAKA Dibuka oleh Dekan FSRD Untar, Angkat Kolaborasi Budaya dan Inovasi Desain Berkelanjutan

Jakarta – 22 Oktober 2026, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Tarumanagara (Untar) menyelenggarakan pameran internasional RUPAKA sebagai ruang apresiasi karya, pertukaran gagasan, dan kolaborasi dalam bidang seni dan desain. Pameran ini secara resmi dibuka oleh Dekan FSRD Untar, Dr. Maitri Widya Mutiara, S.Ds., M.M., sebagai bagian dari upaya memperkuat peran pendidikan tinggi dalam pengembangan ekosistem kreatif yang berorientasi pada inovasi, pelestarian budaya, dan keberlanjutan.

Mengusung semangat untuk mempertemukan tradisi dengan perkembangan desain masa depan, RUPAKA menghadirkan kesempatan bagi peserta pameran untuk memperkenalkan gagasan, eksplorasi visual, dan pendekatan kreatif kepada publik. Kehadiran pameran internasional ini juga memperluas ruang dialog antara dunia akademik, desainer, praktisi, dan pemangku kepentingan industri kreatif, sekaligus membuka peluang pertukaran perspektif lintas budaya.

Partisipasi dalam RUPAKA melibatkan 16 negara seperti China, Mesir, India, Jepang, Mexico, Polandia, Korea Selatan, Swiss, Turki dan juga Indonesia yang juga diikuti oleh dosen-dosen FSRD Untar. Keberagaman peserta menjadi aspek penting dalam membangun interaksi kreatif, memperkaya perspektif desain, serta memperlihatkan bagaimana latar belakang budaya dan pengalaman yang berbeda dapat menghasilkan pendekatan artistik dan desain yang beragam. Melalui pertemuan tersebut, pameran diharapkan dapat mendorong kolaborasi dan memperkuat jejaring internasional di bidang seni dan desain.

Lebih dari sekadar ruang untuk menampilkan karya, RUPAKA memiliki potensi dampak sosial, budaya, dan ekonomi. Dari sisi sosial, pameran menjadi ruang pembelajaran terbuka yang mempertemukan mahasiswa, akademisi, desainer, dan masyarakat. Interaksi ini dapat memperluas wawasan, membangun jejaring profesional, serta mendorong kolaborasi lintas disiplin. Bagi mahasiswa, pengalaman mengamati dan mengapresiasi karya dalam konteks internasional juga dapat memperkaya proses pembelajaran serta mempersiapkan mereka menghadapi dinamika dunia profesional.

Dari sisi budaya, RUPAKA membuka peluang untuk memperkenalkan, menafsirkan, dan mengembangkan nilai-nilai tradisi melalui bahasa desain kontemporer. Budaya tidak hanya dipandang sebagai warisan masa lalu, tetapi juga sebagai sumber pengetahuan, identitas, dan inspirasi bagi inovasi masa depan. Pendekatan ini dapat memperluas apresiasi terhadap keberagaman budaya sekaligus mendorong pengembangan karya yang memiliki karakter dan narasi yang kuat.

Sementara itu, dari sisi ekonomi, pameran internasional berpotensi mempertemukan gagasan kreatif dengan peluang pengembangan produk, jasa, dan kemitraan industri. Karya yang memiliki identitas kuat dan nilai inovasi dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah yang berpotensi memperkuat daya saing pelaku industri kreatif. Pertemuan antara desainer, institusi pendidikan, dan pelaku industri juga dapat membuka kesempatan untuk menjajaki kerja sama, memperluas jaringan profesional, dan mengembangkan peluang pasar. Dampak ekonomi tersebut akan semakin nyata apabila interaksi selama pameran berlanjut menjadi kemitraan, pengembangan produk, atau peluang komersialisasi.

 

Penyelenggaraan RUPAKA juga memiliki keterkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran berbasis pengalaman dan pertukaran pengetahuan; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan potensi industri kreatif dan peluang kewirausahaan; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan inovasi serta kolaborasi antara dunia akademik dan praktik profesional; dan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab apabila proses penciptaan karya turut menerapkan pemilihan material dan praktik produksi yang memperhatikan keberlanjutan. Selain itu, keterlibatan peserta dan mitra dari berbagai latar belakang juga sejalan dengan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui penguatan kolaborasi dan pertukaran pengetahuan.

Melalui RUPAKA, FSRD Untar menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan seni dan desain yang tidak berhenti pada penciptaan karya, tetapi juga mendorong kontribusi nyata bagi masyarakat dan industri kreatif. Pameran internasional ini diharapkan menjadi ruang yang mempertemukan kreativitas, identitas budaya, dan inovasi, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang berkelanjutan. Dengan demikian, seni dan desain dapat berperan sebagai jembatan antara warisan budaya dan masa depan, serta menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem kreatif yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

 

Fakultas Seni Rupa dan Desain, Jurusan DKV, Jurusan Desain Interior, Jurusan Desain Komunikasi Visual, Kuliah DKV, Jakarta, FSRD Untar, Universitas Tarumanagara