Peluncuran buku 27 Years Later: Reformasih! karya Kurnia Setiawan diselenggarakan pada hari Jumat 6 Maret 2026 di Guyonan Cafe. Acara berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban dengan dihadiri oleh para tamu undangan perwakilan aktivis 98, komunitas, dan tokoh masyarakat. Sebagai narasumber turut hadir: Savic Ali (ketua PBNU bidang Media, IT, dan Advokasi), Benny Hari Juliawan, SJ (Provinsial Serikat Jesus Indonesia), Hengki Irawan (Wakil Sekjend Partai Hanura), Ulung Rusman (Pengacara, Ketua Dewan Pembina Yayasan Nagantara), Arif Rahman (DPR RI Komisi IV, Sekjend Pemuda Pancasila, Sekjend Barikade 98), Azmi Abubakar (Pendiri Museum Pustaka Peranakan Tionghoa), Chandra Citrawati (Co Founder Javanica Publisher, Guru Yogya, Ignatius Indro (Ketua Umum Paguyuban Supporter Timnas Indonesia), Irwansyah (Wirausaha, Ketua P2W Pemuda Pancasila Indonesia Timur), Wisnu Agung Prasetya (mantan aktivis 98 Yogyakarta), Bre Redana (Jurnalis), Oscar Motuloh (Pewarta Foto, Pendiri Yayasan Riset Visual Matawaktu, Mpu Fotografi Indonesia).
Kegiatan diawali dengan sesi ramah tamah yang memberikan kesempatan bagi para peserta untuk saling berinteraksi dan berbagi pandangan dalam suasana yang santai dan dialogis, dilanjutkan dengan buka puasa bersama.
Acara peluncuran buku diawali dengan sesi refleksi 27 tahun reformasi yang dikemas menyerupai talkshow. Dalam sesi ini, para narasumber berbincang tetang proses lahirnya buku 27 Years Later: Reformasih! dalam konteks situasi terkini. Buku “27 Years Later; Reformasih” bertujuan untuk merawat ingatan, menghindari pembelokan sejarah. Dibuat dengan pendekatan postmodern; menggabungkan seni fotografi (social documentation), narasi (story telling) dan penelitian (longitudinal research, 2008, 2018, 2024) yang telah dilakukan selama 27 tahun, mengajak pembaca untuk melihat perjalanan reformasi dari perspektif para pelaku sejarah.
Moh Adityo dan Vincent Cheung (desainer), Kurnia Setiawan (penulis), Algooth Putranto dan Genep Sukendro (editor)
Melalui kegiatan ini, peluncuran buku 27 Years Later: Reformasih! tidak hanya menjadi momentum perkenalan karya kepada publik, tetapi juga menjadi ruang refleksi dan dialog intelektual. Kegiatan ini sejalan dengan semangat pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam mendorong terciptanya masyarakat yang inklusif, terbuka, serta mendukung terciptanya ruang interaksi yang positif bagi berbagai pihak.
Acara peluncuran buku ditutup dengan pengantar dari Oscar Motuloh (Pewarta Foto, Pendiri Yayasan Riset Visual Matawaktu, Mpu Fotografi Indonesia); “Para aktivis telah melakukan tugasnya, meletakan sebuah identitas dari sebuah generasi. Malam ini kita merayakan 3 hal, pertama adalah merayakan ingatan, kebebasan, dan mereka – mereka yang sudah tidak ada. The past is never death, it’s not event past.”, acara berakhir dengan penandatangan Poster Cover Buku 27 Years Later oleh para narasumber dan foto bersama sebagai bentuk pengabadiaan momen kebersamaan.
Kontak Media:
Humas Fakultas Seni Rupa dan Desain Untar
Email: humas@fsrd.untar.ac.id
WhatsApp: 085280032521 (Charine)


